Menu

Perisai Rudal AS untuk Tutupi Serangan Nuklir Tiba-tiba terhadap Rusia

Perisai rudal balistik (ABM) canggih Amerika Serikat (AS) yang dipasang di Eropa bertujuan untuk menutupi serangan nuklir tiba-tiba terhadap Rusia. Komentar ini disampaikan Wakil Kepala Operasi Staf Militer Rusia, Letnan Jenderal Viktor Poznikhir, dalam sebuah konferensi pers.
 
Menurut jenderal Moskow itu, serangan nuklir mendadak dari AS juga bisa menargetkan China dalam tempo satu jam setelah keputusan diambil. Sebab, sistem ABM AS itu juga dipasang di kapal-kapal angkatan laut AS yang beroperasi di seluruh perairan di dunia.

”Kehadiran basis pertahanan rudal AS di Eropa, di kapal-kapal pertahanan rudal di laut dan samudra yang dekat dengan Rusia menciptakan komponen serangan rahasia yang kuat untuk melakukan serangan rudal nuklir mendadak terhadap Federasi Rusia,” kata Poznikhir, seperti dilansir Russia Today, Kamis (27/4/2017).

Washington selama ini mengklaim bahwa sistem rudal pertahanan atau perisai rudalnya yang disebar di Eropa dan Korea Selatan untuk mengantisipasi ancaman dari negara-negara “nakal”. Tapi, menurut Poznikhir, hasil simulasi komputer memastikan bahwa instalasi Pentagon itu ditujukan terhadap Rusia dan China.

Sistem peringatan serangan rudal Amerika, kata dia, mencakup semua kemungkinan lintasan rudal balistik Rusia yang terbang ke AS. ”Menerapkan serangan pelucutan senjata yang menargetkan kekuatan nuklir strategis Rusia atau China secara signifikan meningkatkan efisiensi sistem pertahanan rudal AS,” ujar Poznikhir.

Sistem ABM AS, ujar dia, tidak hanya menciptakan “ilusi” keamanan dari serangan balasan, tapi bisa digunakan untuk melancarkan serangan nuklir yang menyelinap ke Rusia.

Jenderal Rusia ini mencurigai sikap penarikan sepihak Washington dari “Perjanjian Rudal Anti-Balistik” yang ditandatangani pada tahun 1972 dengan Uni Soviet. Penarikan diri dari perjanjian itu memungkinkan AS untuk mengembangkan senjata yang lebih maju yang tak hanya mengancam target di darat tapi juga di luar angkasa.

”Pada bulan Februari 2008, Pentagon menunjukkan kemungkinan untuk melibatkan pesawat ruang angkasa dengan kemampuan ABM-nya,” kata Poznikhir. "Satelit Amerika di ketinggian sekitar 250 km dihancurkan oleh rudal Standard-3, hasil modifikasi sebelumnya, yang diluncurkan dari kapal perusak Angkatan Laut AS.” Imbuh dia.

”Mengingat sifat global penyebaran kapal ABM, operasi luar angkasa negara di bagian manapun, termasuk Federasi Rusia dan Republik Rakyat China, terancam.”

 

PT Bestprofit

Bestprofit

Go Back

Comment

Blog Search

Comments

There are currently no blog comments.