Menu

Barat Minta Nama Pilot Pelaku Serangan Senjata Kimia di Suriah

Amerika Serikat (AS), Inggris dan Prancis menuntut nama-nama pilot yang melakukan serangan kimia baru-baru ini di Suriah. Permintaah itu datang sebagai bagian dari rancangan resolusi yang mereka serahkan pada rapat darurat Dewan Keamanan (DK) PBB.

Rancangan resolusi menyerukan penyelidikan penuh atas serangan pada Selasa dini hari lalu di kota Khan Sheikhoun. Setidaknya 72 orang tewas dalam serangan itu dan puluhan lainnya luka-luka seperti dikutip dari Al Arabiya, Kamis (6/4/2017).

Pilot Suriah Mohammed al-Hasouri, yang menerbangkan pesawat jetnya dari bandara militer Shayrat pada Selasa pagi, mungkin tidak berpikir jika namanya terdaftar dan akan dimintai pertanggung jawabab.

Menurut kesaksian warga Khan Sheikhoun, Hasouri melakukan serangan serupa dengan menggunakan senjata kimia empat hari lalu di pedesaan Hama di kota Al-Lataminah.

Sebuah observatorium lokal telah memantau aktivitas angkatan udara rezim Bashar al-Assad. Pada hari serangan kimia di Khan Sheikhoun, diketahui jika jet yang sama yang menyerang Lataminah - dijuluki Quds 1 sesuai dengan rekaman audio yang beredar - terbang dari bandara udara tersebut.

Jet tersebut mulai menyerang Khan Sheikhun di Idlib, sebelah barat laut dari Suriah jam 6:00 malam. Serangan itu terdengar bergemuruh. "Tampaknya jet membawa zat-zat beracun," kata obeservatorium lokal tersebut.

Observatorium ini melakukan pekerjaan mereka dengan menggunakan radar untuk menyadap komunikasi pasukan Assad. Kemudian mereka menggunakan perangkat nirkabel untuk mengetahui jenis jet, waktu keberangkatan dan kapan penyerangan itu dilakukan.

Relawan kelompok itu bekerja bergantian untuk melaksanakan pekerjaannya sepanjang hari. Mereka juga menggunakan saluran berbeda untuk menyiarkan informasi yang mereka miliki kepada anggota oposisi bersenjata di pedesaan Idlib ini.

Identitas pilot belum diketahui pasti. Namun, menurut observatorium, anggota oposisi yang diam-diam bekerja di daerah rezim mengatakan Hasouri adalah pilot yang melakukan serangan itu, menambahkan bahwa ia berasal dari Talkalakh di Homs barat.

 

 

Bestprofit Futures

 

Go Back

Comment

Blog Search

Comments

There are currently no blog comments.